Kajian kritis dampak sosial informatika

 KAJIAN KRITIS DAMPAK SOSIAL INFORMATIKA DI BIDANG KESEHATAN 


 Kesehatan merupakan faktor yang penting bagi kehidupan. manusia. Tidak dapat dipungkiri setiap orang ingin hidup dalam keadaan yang sehat. Hal itu dikarenakan dengan tubuh yang sehat secara Jasmani dan rohani, manusia dapat hidup dan melakukan aktifitas sehari-hari. Selain itu dengan tubuh yang sehat seseorang dapat meningkatkan kualitas hidupnya baik secara sosial maupun ekonomi. Agar kesehatan setiap orang terjaga, negara perlu ikut ambil bagian dalam mengatur, membina dan mengawasi

yang mempelajari data kesehatan manusia, yang mencakup Informatika Kesehatan Masyarakat, Informatika Klinis, Informatika Pencitraan, dan Bioinformatika. Cabang ilmu ini merupakan hasil pertemuan dua ilmu, yaitu komputer dan kesehatan. Sebelumnya, kita mengenal medical computing, medical informatics, dan biomedical computing.

BERFIKIR KRITIS PENGEMBALIAN KEPUTUSAN


RUMUSAN MASALAH


1. apa tang dimaksud dengan termometer?


2. siapa yang menggunakan termometer?


3. kapan alat termometer dapat digunakan?


4. mengapa kita memakai termometer?


5. bagaimana cara menggunakan termometer?


PEMBAHASAN

       teknologi dapat didefinisikan sebagai entitas, benda maupun tak benda yang diciptakan secara terpadu melalui perbuatan, dan pemikiran untuk mencapai suatu nilai.


    Kesehatan adalah keadaan kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang lengkap dan bukan hanya sekadar tidak adanya penyakit atau kelemahan.


    Teknologi kesehatan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) mencakup segala metode dan yang digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit, mendeteksi adanya penyakit, meringankan penderitaan akibat penyakit, menyembuhkan, memperkecil komplikasi dan memulihkan kesehatan setelah sakit.dan salah satu alat kesehata yaitu termometer.


         Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu tubuh.


 Istilah “termometer” sendiri berasal dari dua kata dalam bahasa Latin, yaitu “thermo” yang berarti panas dan “meter” yang berarti mengukur.


 Dengan demikian, “termometer” bisa diartikan sebagai alat untuk mengukur panas. Meski begitu, termometer sebenarnya juga bisa digunakan untuk mengukur dinginnya suhu suatu benda.


 Batas pengukuran suhu termometer bisa berbeda-beda, tergantung dari jenis dan merek termometer itu sendiri. Begitu pula dengan cara kerja dan cara penggunaannya.


Selama ini, termometer memang lebih dikenal sebagai alat untuk mengukur suhu tubuh. Namun, ada juga termometer yang memiliki fungsi untuk mengukur suhu ruangan, cairan, reaksi kimia, dan lain sebagainya.


 Dalam ranah kedokteran, termometer bisa digunakan untuk mengetahui apakah seseorang sedang demam atau memiliki suhu tubuh di bawah normal.


 Pada aspek lainnya, termometer juga bisa digunakan untuk mengukur apakah cuaca terlalu panas, mesin bekerja terlalu keras, suatu penelitian berjalan dengan benar, dan masih banyak lagi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CATATAN,DESAIN GRAFIS (KLS XII MATRIKS)

PERANGKAT KERAS AKSES INTERNET

UNDANG UNDANG ITE